Friday, June 13, 2008

Mens hari pertama adalah saat yang ditunggu tapi juga menyakitkan bagiku. Ditunggu? Soalnya menstruasiku tuh gak teratur. Seperti sesukanya gitu untuk datang. Menyakitkan? Karena menstruasi hari pertamaku memang sering menyakitkan. Alhamdulillah kalau aku cuma sakit perut ringan. BTnya, nyeri haidku tuh sering kali kayak paket komplit. Ya sakit perut, migren, muntah”, demam, bahkan diare.

Setelah sekian lama kuamati, dalam setahun pasti ada saja aku mengalami nyeri haid yang parah (kram atau kesakitan gila”an yang sampai bikin aku nangis” sambil nungging” ga jelas untuk meredam rasa sakit itu). Jangankan aku, kawan” saja kalau tahu aku sedang mengalami menstruasi hari pertama, langsung mengingatkan aku untuk segera minum Kiranti, jamu botolan yang kadang cukup ampuh untuk meredam nyeri haidku. Di PPL-an dulu, aku bahkan mendapat perlakuan istimewa di hari pertama menstruasi. Kalau wajahku sudah menampakkan tanda” kepucatan, izin untuk pulang cepat akan segera kukantongi. Yach, mungkin karena kawan” PPLku cukup trauma atas insiden bulan sebelumnya. Aku dengan sukses masuk UKS gara” nyeri haid (yang disertai nangis” dan muntah”).

Adakah siswa di sekolahku itu mengalami hal yang serupa denganku?!

Oich, mau tau apa yang terjadi setelah izin pulang cepat kukantongi? Berhubung asrama sepi, aku gak lngsung pulang, melainkan tiduran di kontrakan bubuhan garabak hanau dan sukses membuat Hamid pergi ke kios untuk membelikanku obat dan makanan kecil gara” migren parah yang membuatku teriak” kesakitan (plus nangis, don’t 4get to menyertakan itu!!). Jelek sampai ngomong gini ke aku, “… yang aku paham tiap bulan tuh pasti ada aja kam bapadah sakit parut.” Kadang kalau sensiku kumat dia bakal bilang, “Lagi dapat kah ni jadi pina pamamaian?”


Ok, kali ini aku mau bahas tentang gangguan haid alias menstruasi.

Di kepercayaan Urang Banjar ada kepercayaan cewek yang mengalami mestruasi sering kesakitan karena nyeri haid itu artinya dia kena singgugut. What means singgugut?!

Sebenarnya c aku kurang paham juga. Ada yang bilang singgugut tuh sejenis binatang mirip cicak yang makanin sel telur di indung telur kita. Bahkan, kalau gak dikeluarin, saat kita meri, dia juga yang menyebabkan susahnya pasangan suami istri untuk mendapatkan keturunan coz sel telur yang siap/telah dibuahi dia makan. Bagaimana cara mengeluarkannya?!

Siapkan satu botol air mineral (terserah merk apa), bawa aja ke ‘orang pintar’ atau yang dianggap bisa menyembuhkan penyakit singgugut. Nah, ntar air mineral itu akan dibacai doa (surah Yasin mungkin) setelah itu siap diminum deh!! (jangan lupa baca bismillah n doa makan minum supaya diberkahi oleh Allah SWT).

Nah, demi gak merasakan nyeri haid lagi aku pun melakukan pengobatan alternatif itu. Aku bahkan menyiapkan pembalut wings yang night ukuran 38 cm coz katanya setelah minum air yang didoain itu darah menstruasi bakal keluar dengan derasnya. Tahu gak apa yang terjadi pada diriku setelahnya? Darah menstruasiku keluar seperti biasanya tuh. Gak banyak, juga gak sedikit. Gak ada pula penampakan singgugut yang katanya mirip cicak or gumpalan darah hitam pekat yang menandakan tanda” kehidupan di darah menstruasiku.

Saat menstruasiku telat selama tiga bulan, aku sempat stress. Penyakit hypocondriaku pun kambuh. What happen with my body?! Akhirnya mama memutuskan membawaku ke dokter. Setelah diperiksa, ternyata aku menderita kekurangan hormon. Tau gak apa resep yang diberikan oleh beliau? Obat KB!! Yap, gak salah baca tuh kalau kalian mengejanya sebagai O-B-A-T--K-B!! Obat KBnya pun bukan yang biasa diminum mama. Gak dijual umum alias (mungkin) cuma bisa didapat di apotik. Harganya pun lumayan untuk satu stripnya :”( Tapi sampai detik ini aku gak membelinya. Kuharap jumlah hormonku akan mencapai batas normal dengan cara yang natural (apa?! Tanya guru biologi/seksolog aja gih ^.^v).

Well, aku akan mengutip buku Berburu Pahala Ketika Haid yang barusan aku baca.

Menurut buku Ilmu Kandungan yang diedit oleh Profesor Dokter Hanifa Wiknjosastro, DSOG, gangguan haid dan siklusnya, khususnya dalam masa reproduksi dapat dikelompokkan menjadi:

Pertama, kelainan dalam banyaknya darah dan lamanya pendarahan pada haid. Dalam kelompok ini ada hipermenorea atau menoragia dan hipomenorea.

Hipermenorea (menoragia), yaitu pendarahan haid yang lebih dari 80 ml atau lebih lama dari normal (> 8 hari). Kelainan ini disebabkan oleh adanya mioma uteri (daging tumbuh pada rahim), polip endometrium (gangguan pelepasan endometrium saat haid), dsb.

Hipomenorea, ialah pendarahan yang lebih pendek atau lebih sedikit dari biasanya. Sebab kelainan ini antara lain konstitusi penderita pada uterus, gangguan endokrin, dll. Yang perlu dicatat, hipomenorea ini TIDAK MENGGANGGU FERTILITAS.

Kedua, kelainan siklus, meliputi polimenorea, oligomenorea, dan amenorea.

Disebut polimenorea bila siklus haid lebih pendek dari biasanya (<>Polimenorea dapat disebabkan oleh gangguan hormonal yang mengakibatkan gangguan ovulasi, kongesti ovarium karena peradangan, endoestriosis, dsb.

Oligomenorea, terjadi bila siklus haid > 35 hari. Apabila panjang siklus haid melebihi 3 bulan dinamakan amenorea. Mengenai amenorea sendiri ada dua jenis: amenorea primer dan amenorea sekunder. Digolongkan dalam amenorea primer jika seorang wanita berumur > 18 tahun tidak pernah menstruasi. Penyebabnya a/l kelainan” kongenital dan kelainan genetik. Nah, jika penderita pernah mendapat menstruasi tapi kemudian berhenti disebut amenorea sekunder. Penyebabnya a/l gangguan gizi, gangguan metabolisme, tumor, penyakit infeksi, dll.

Ketiga, pendarahan di luar haid, contohnya metroragia, yaitu pendarahan yang terjadi dalam masa antara dua haid. Pendarahan ini terpisah dan dapat dibedakan dari haid. Penyebabnya adalah kelainan organik pada alat genital atau kelainan fungsional.

Selain itu ada juga gangguan menstruasi lainnya, a/l: premenstrual tension (ketegangan pra haid), mastodinia, Mittelschmerz (rasa nyeri pada ovulasi), serta dismenorea (nyeri haid, yaitu terjadinya ketegangan yang terus-menerus pada bagian bawah perut dan sering kali disertai gejala mual, muntah, diare, migren, dan pening (penyakit gue banget niy!!).

Dismenorea dapat dibagi menjadi dismenorea primer dan dismenorea sekunder. Disebut dismenorea primer bila rasa nyeri itu tidak ada hubungannya dengan kelainan alat kandungan. Gangguan ini disebabkan oleh adanya kontraksi otot polos pada rahim yang dipicu oleh prostagldanin F2. Sebab lainnya yaitu faktor kejiwaan, penyakit menahun, dan anemia. Sedangkan dismenorea sekunder bila nyeri dan rasa sakit yang dialami ternyata berhubungan dengan kelainan atau penyakit pada alat kandungan. Gangguan ini a/l disebabkan oleh salpingitis kronis, yaitu infeksi yang lama pada saluran yang menghubungkan rahim dengan indung telur; dan endometriosis, yaitu suatu kelainan dimana lapisan sebelah dalam dinding rahim yang masih berfungsi berada di luar rongga rahim.

Dismenorea yang disebabkan oleh endometrium ini biasanya terasa sebagai rasa nyeri yang makin lama makin hebat. Kemungkinan ada hubungannya dengan aktivitasnya pembuluh darah dan pendarahan dalam sarang endometriosis pada waktu sebelum dan semasa haid. Dismenorea muncul setelah 12 bulan atau lebih sejak menarche. Nyeri ini biasanya timbul tidak lama sebelum, selama, atau sesudah haid dan berlangsung untuk beberapa jam hingga satu atau dua hari. Hebatnya rasa nyeri ini berbeda-beda antara satu cewek dengan cewek lainnya.

Well, banyakkah di dunia ini cewek” yang mengalami hal serupa denganku?! Atau ada yang lebih parah?!

Reaksi:

1 komentar:

unie said...

ea~~
ka, aq mu tny niy.
kan kk klo gi mens suka skit perut, dll__, aq jg ngalamin hal itu, ga terlalu parah kek kk c.
aq dlu pernah k bidan(salah jurusan g c?), trus ma bidan dikasi pil. ga tau ntu pil apaan. pi ga ngepek tuw.
tiap dtg bulan aq minum kiranti (3 hari pertama doank, ada yg bilang ga baik dibiasain konsumsi jamu itu. kira2 kk tau ga sebabnya apa?
trus klo kk gmn cara ngilangin rasa sakitnya?
thanks b4.
maap kepanjangan ^__^