Wednesday, December 24, 2008

Proklamasi 17 mei 1949

Kalau proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia yang diproklamirkan oleh Bung Karno dan Bung Hatta pada 17 Agustus 1945 pasti sudah gak asing di telinga kita semua. Tapi kalau proklamasi 17 Mei 1949?! Itu nah, proklamasi yang menyatakan bahwa Kalimantan Selatan merupakan bagian dari Republik Indonesia…

PROKLAMASI

M e r d e k a !

Dengan ini kami rakyat Indonesia di Kalimantan Selatan, Mempermaklumkan berdirinya pemerintahan Gubernur Tentara dari ALRI melingkupi seluruh daerah Kalimantan Selatan menjadi bagian dari Republik Indonesia. Untuk memenuhi isi proklamasi 17 Agustus 1945 yang ditandatangani oleh Presiden Sukarno dan Wakil Presiden M. Hatta. Hal-hal yang bersangkutan dengan pemindahan kekuasaan akan dipertahankan dan kalau perlu diperjuangkan sampai tetesan darah penghabisan.

Tetap Merdeka !

Kandangan, 17 Mei IV Rep.

a.n. Rakyat Indonesia di Kalimantan Selatan
Gubernur Tentara
Hassan Basry


Sumber: http://kerajaanbanjar.wordpress.com/tag/sejarah-kerajaan-banjar/

Gumbili Nagara

Pernah melihat gumbili (ubi) sebesar kepala kerbau?!
Itulah gumbili nagara (Ipomoea batatas L), ubi jalar khas Kalimantan Selatan. Dijuluki ubi raksasa karena gumbili nagara yang sejenis ubi jalar ini ukurannya bisa sebesar semangka, berbentuk lonjong tak beraturan, beratnya bisa mencapai empat sampai tujuh kilogram! Namun, bukan cuma ukurannya yang istimewa. Gumbili nagara rasanya enak. Jika digoreng, rasanya renyah, empuk, dan kandungan airnya tidak berlebihan. Adapun kandungan tepungnya tinggi dan tahan disimpan selama dua bulan.
Uniknya, gumbili nagara ini hanya bisa dibudidayakan di sekitar perairan rawa Sungai Nagara, terutama di Kecamatan Daha Utara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Akan tetapi, petani hanya menanam gumbili pada saat musim kemarau ketika kawasan rawa menjadi daratan, bersama tanaman semangka, jagung, dan cabai.
Umumnya, gumbili nagara ini digoreng (pakai tepung maupun tidak) ataupun direbus. Makanan ini populer di sekitar Nagara, Kandangan, Banjarmasin. Selain populer di masyarakat Kalsel, gumbili nagara juga ”diekspor” hingga ke Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.
Akhmad Rijali Saidy, pengajar Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat di Banjarbaru, memaparkan berdasarkan penelitiannya ada empat jenis gumbili nagara, yakni gumbili kai lama, kai baru, gumbili habang, dan gumbili biru. Gumbili kai lama dan kai baru warna ubinya putih, sedangkan gumbili habang warna ubinya merah ke kuning-kuningan. Adapun gumbili biru, sesuai namanya, warna ubinya biru ke ungu-unguan.

Hidup di rawa
Luar biasa! Itulah kata-kata paling tepat untuk menggambarkan cara bertani di areal pertanian rawa perairan Sungai Nagara, Kecamatan Daha Utara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Petani yang menanam gumbili nagara ini lebih banyak menghabiskan waktunya dengan kehidupan alam di kawasan rawa. Maka, tidak heran kalau banyak petani rumah yang kosong karena selama sepekan para petani berada di pahumaan (areal pertanian atau kebun). Untuk menemui mereka, tamu harus menunggu mereka kembali pada Kamis atau Jumat (pulang untuk shalat Jumat, sekaligus menyiapkan bekal selama sepekan tinggal di lapau atau gubuk di kebun).
Lahan pertanian gumbili nagara ini tidak mudah dijangkau karena tidak bisa dicapai dengan kendaraan darat. Satu-satunya transportasi yang bisa digunakan adalah jukung atau perahu kecil bermesin yang dikenal dengan nama jukung ces. Meskipun area pertanian mereka jaraknya kurang dari 10 kilometer, namun untuk mencapainya memakan waktu 1,5 jam karena menggunakan jukung atau perahu kayu berkapasitas tiga orang yang hanya berkekuatan mesin 16 PK.

Alamiah
Untuk mengolah tanah, para petani manguit atau mangikih (membongkar dengan tangan) tanah dan manyepak atau tinjak (sepak atau injak dengan kaki untuk mengetahui besaran ubinya) dalam tanah. Untuk bisa bahuma (bertani) cepat, para petani biasanya maupahakan (mengupah) untuk membersihkan kumpai (rumput) dan semak belukar. Kumpai-kumpai yang mereka bersihkan tidak dibuang, tetapi dibiarkan hingga kering. Tujuannya, selain untuk melindungi ubi dari sengatan matahari juga menahan tanah tidak cepat kering. Setelah itu, mereka membuat tukungan (lajur pematang) untuk menanam bibit gumbili dengan jarak sekitar 1,5 meter.
Layaknya teknik pertanian organik, bertani gumbili nagara sampai sekarang masih bertahan dengan cara alamiah, artinya tidak menggunakan pupuk dan obat-obatan. Kalaupun memakai obat, itu hanya dilakukan saat mengalami serangan hama ulat. Serangan hama babi, mereka atasi dengan menyalakan lampu minyak atau menyirami air seni manusia ke seluruh pematang kebun. Air seni itu dikumpulkan. Ternyata, babi hutan tidak berani datang selama 10 hari karena mencium air seni manusia!

Sumber:
Syaifulah, Muhammad. 2006. Gumbili Nagara, Ubi Raksasa dari Kalsel. Kompas 27 Januari 2006. (http://kompas.com/kompas-cetak/0601/27/daerah/2217771.htm)

New Generation of FKMB

Sebagai panitia, himung banar tu pank karena akhirnya usai sudah Musyawarah Besar Forum Komunikasi Mahasiswa Banjarmasin (FKMB) pada Sabtu-Minggu, 20-21 Desember 2008 di Ds. Telekung, Junrejo-Batu kemarin. Lapah! Coz kada nyaman” mangumpulakan kakawalan Banjarmasin dalam satu kepanitiaan, dalam satu forum, demi terlaksananya Mubes FKMB 2008 niy. Asrama putra dan asrama putri “Kayuh Baimbai” jadi saksi bisu perjuangan ini. Hepi banar coz akhirnya FKMB yang mati suri hidup kembali…

SELAMAT DAN SUKSES
Kepada seluruh panitia atas terlaksananya Mubes FKMB 2008
Terimakasih kepada seluruh pihak atas bantuannya dalam pelaksanaan Mubes FKMB 2008

Sayangnya banget gak banyak mahasiswa Banjarmasin yang turut serta pada New Generation of FKMB ini. Padahal, undangan, pamflet, dan SMS sudah banyak disebarkan agar mahasiswa Banjarmasin di Malang ikut menjadi saksi kebangkitan FKMB. Alhamdulillah, setelah melewati sidang yang seru sampai tengah malam dan berlanjut ke keesokan harinya, yang seharusnya acara berakhir jam 12 siang malah molor sampai jam 4 sore, akhirnya terpilih juga ketua FKMB yang baru.

SELAMAT atas terpilihnya M. A. Qiram
Sebagai Ketua Forum Komunikasi Mahasiswa Banjarmasin periode 2008-2009

Semoga program kerja FKMB periode 2008-2009, kada perlu muluk-muluk, tapi terlaksana dan sukses! Kawa mangumpulakan dan marakatakan mahasiswa Banjarmasin yang ada di Malang. Qiram, kami semua pasti akan mendukung dan membantui ikam dalam menjalankan FKMB. Asal jangan kada ingat makan”nya lah ^.^v

Sekali lagi kuucapkan selamat dan sukses kepada New Generation of FKMB… :)

Give Me a Chance

Sunday, December 14, 2008

Friday, December 12, 2008

HALAL BI HALAL & SILATURRAHMI MAHASISWA/I KOTA BANJARMASIN SE - MALANG RAYA

السلا م عليكم ورحمة الله وبركاته

“NEW GENERATION OF FKMB”


BAGI MAHASISWA/I KHUSUS DARI KOTA BANJARMASIN MARI BERKUMPUL, BERSATU, & MEMPERERAT TALI SILATURRAHMI KITA PADA:
 
ACARA : HALAL BI HALAL & SILATURRAHMI MAHASISWA/I KOTA BANJARMASIN SE - MALANG RAYA
TGL/JAM : 20 — 21 DES 2008/ 11.00 WIB
TEMPAT : BATU 
KONTRIBUSI : Rp. 10.000,- (Plg lmbt dibayarkan Rabu, 17 Des ‘08)
 
DEMI MENINGKATKAN PERSAUDARAAN KITA, DIHARAPKAN KEIKUTSERTAAN PIAN BARATAAN DALAM ACARA TERSEBUT. TRIM’S.
 
والسلا م عليكم ورحمة الله وبركاته
 

Info:
Kamil “S2 UIN” : 0819 5340 7322       Heny “S2 UMM” : 0819 3188 4425
Rina “UM” : 0815 2815 843                  Mizwar “UB” : 0819 5270 5166
Kiki “STIKI” : 0341 5450305               Qiram “ITN” : 0341 9379003  
 
n/b : Berangkat bersama hari Sabtu jam 10.00 dari Asrama Puteri Banjarmasin “Kayuh Baimbai” Jl. MT. Haryono Gg.17 No.150 ( DINOYO )
 

ampun gawi: Forum Komunikasi Mahasiswa Banjarmasin (FKMB)

Bolehkah Berkata Tidak?!

Kenapa yach kalau ada cewek yang say no to poligami (terutama poligini) dibilang dia tuh cewek yang pemahaman agamanya kurang?

Apa karena kebanyakan Ce yang pemahaman agamanya bagus (contoh: Teh Ninih) take it easy aja dipoligini?!

Tak bolehkah cewek say no to poligini (baca: tidak mau dipoligini bukan berarti poligini tuh gak boleh) kalau baginya poligini itu adalah sesuatu yang gak sesuai 'enak'?!

Apa cewek yang gak mau dipoligini itu selalu gak punya pemahaman agama yang bagus?

Apa Dewi Yull yang lebih rela bercerai daripada dipoligini bukan contoh perempuan yang baik?!

Apa boleh cewek yang pemahaman agamanya bagus say no to poligami alias gak mau dipoligini walaupun agama membolehkan?! (Poligini tuh ‘boleh’ kan, bukan ‘wajib’?! Persyaratannya juga gak mudah kan?!)


Sebagai cewek rasanya ‘terganggu’ juga kalau ada yang berucap:

“Kalau gak paham agama dan gak ngerti hukumnya jangan sok berpendapat. Kalau pingin poligini dan merasa mampu kenapa gak, lakukan saja.”

Well, pemahaman agamaku memang gak bagus dan aku tuh terbilang ‘feminis’. Tapi kenapa untuk hal seperti ini cewek jarang dilibatkan?! Memangnya cewek gak ada hak suara dalam hal ini?

Bagiku akan lebih bijak kalau ada yang berucap gini:
“Istriku saja gak masalah aku berpoligini kenapa jadi kalian yang ribut?!”

Wednesday, December 3, 2008

Yang ‘TER’ di KalSel. Adakah yang bisa menginformasikannya untukku?!

Sungai terpanjang di dunia: S. Nil = 6695 Km; di Indonesia: S. Kapuas = 1143 Km
Titik tertinggi di dunia: Mount Everest = 8848 m dpl; di Indonesia: G. Semeru = 3677 m dpl

Kalau yang di bawah ini pakai kata ‘TER’ kedengarannya maksa banget deh!! So, pakai kata ‘paling’ aja yach…
1.Pulau paling utara di Indonesia: (kalau gak salah) Pulau Miangas, Desa Miangas, Kec. Nanusa, Kab. Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.
2.Pulau paling selatan di Indonesia: (kalau gak salah juga) Pulau Dana, Kec. Rote Barat Daya, Kab. Kupang, Nusa Tenggara Timur.
3.Pulau paling barat di Indonesia: (kalau gak salah) Pulau Rondo, Kelurahan Ujung Ba’u, Kec. Sukakarya, Kab. Sabang, Nanggroe Aceh Darussalam.
4.Pulau paling timur di Indonesia: ?! Habis kalau merujuk lagu ‘Dari sabang sampai Merauke’, berarti daerah paling timur tuh ya Merauke. Sedangkan dari rujukan ’12 Pulau Terdepan Indonesia’ gak ada yang mencantumkan daerah Merauke. So?!
(lengkapnya baca ’12 Pulau Terdepan Indonesia’)

Yang ‘TER’ lainnya di Indonesia dan dunia bisa baca di RPUL (buku favoritku waktu SD-SMP tuh selain Sailormoon, Donal Bebek, dan majalah Bobo!!) atau Buku Pintar. Cari di search engine juga gampang. Tapi adakah yang bisa memberitahuku segala hal yang ‘TER’ di ‘banua’nya Urang Banjar?!
1.Apa titik tertinggi di KalSel? (jwb: G. Besar = 1892 m dpl, isn’t it?!)
2.Apa titik terendah di Kalsel?
3.Apa nama daerah/pulau paling selatan dan timur KalSel?
4.Apa nama air terjun tertinggi dan terbesar di KalSel?
5.Apa saja pulau” dan daerah” terpencil di KalSel?
6.Apa nama gua terbesar di KalSel?
dan yang ‘TER’ lainnya?!
Kudoakan murah rezeki, tuntung pandang, ruhui rahayu deh… ^.^

Coment:
- Duta Mal (DM), mal/plaza terbesar di KalSel :p
- Jembatan Barito! Terpanjang tuh di Indonesia… (masihlah jadi yang terpanjang di Asia Tenggara?!)
- Napa lagi?! Hehehe… ^.^v

Tuesday, December 2, 2008

What can I do to Make You Love Me?


Aku selalu memikirkanmu
Itu membuatku sedih, karena belum tentu kamu juga memikirkanku
Itu membuatku senang, karena meyakinkan bahwa aku benar-benar mencintaimu
Tapi, masihkah ada tempat spesial untukku di hatimu?

Kamu bilang aku tak akan kuat bersamamu

Aku tak akan kuat jika sendirian di sini. Tanpamu

Mungkin caraku mencintaimu sederhana:
Mengirimkan bait-bait cinta, sekotak kue coklat…
Menyunggingkan senyum termanis yang bisa wajah berjerawatku tampilkan…
Dan selalu mendoakan kebahagiaan untukmu.
Aku ingin menjadi tempat kamu menangis, tertawa, dan bermanja
Akan kusediakan bahuku, waktuku, dan jiwaku untuk itu.
Tak banyak cara yang kutahu untuk menunjukkan rasa cintaku kepadamu
Adakah cara lain yang kamu mau?
Aku tak menjamin tak akan ada rasa sesal mencintaiku.Aku tidaklah sempurna
Tapi aku ingin kita sama-sama merasa sempurna dengan saling mencintai

nb: terinspirasi dari lagunya b*witched 'What can I do to Make You Love Me?'

dedicated 4 Kk "Menyebalkan"