Monday, June 1, 2009

Longing to Traveling

Sebenarnya udah lama ngonsep narasi buat postingan kali ini. Tapi, berhubung di rumah gak ada laptop atau kompie dan gak mood ngetik narasi panjang di warnet, kapan-kapan ajah ya narasi panjangnya ^.^v
semoga foto-foto ini dapat bercerita....
Selasa (26/5) lalu aku traveling ma sohib. Planing awalnya traveling berdua, truz berkembang menjadi reuni SMP kecil-kecilan. UUJ, akhirnya, kembali cuma berdua (Puff!!).

at Wasaka Museum....

Museum Wasaka Tutup! Gak buka tiap hari ya?!



Museum Wasaka Port juga sepi. Foto-foto ah.... ^.^v



vandalisme = apatis + ego + gak bertanggung jawab!

Oich! Kami sempat ditraktir pama pentol loh. Beliau terharu kali yach sama ketulusan hati kami dalam membantu sesama. Andaikan saat itu merupakan adegan dari reality show 'Tolong", bakalan dapat duit deh. hehe.... ^.^v


at Barito Bridge

Coba letaknya di tengah kota, pasti + keren!!



Kelas 3 SMP aku tenggelam di sungai ini waktu kemah bakti PMR. Nasip orang gak bisa berenang. hiks!!




Obyek wisata Jembatan Barito tinggal cerita. Sarananya rusak semua!! Tapi tetap aja dipungut biaya masuk 5ribu (ough!!)



Pulau Bakut (terletak di bawah Jembatan Barito) tergenang! (Ada yang punya foto Pulau Bakut yang dipotret dari udara atau yang terlihat jelas kalau dia ada di tengah-tengah Sungai Barito gak?!)



Mencari rezeki dari masyarakat yang lewat...



Me on Barito Bridge. Oich!! Yang mau tau rasanya gempa bumi kecil nongkrong aja di sini. Pas ada truk lewat, rasakan sensasi getarannya.... (suer, bikin aku parno!!)


Di perjalanan pulang kami diguyur hujan. Kasihan, motor baruku jadi kebasahan! ^.^v

Thursday, May 21, 2009

Negeri van Oranje & Traveling Impianku

Selain The Naked Traveler, Travelers Tale, Ciao Italia!, Akar (trilogi Supernova), Sang Pemimpi (tetralogi Laskar Pelangi), The da Vinci Code, Angel and Demon (belum nonton filmnya, hiks!), Kambing Jantan, .... (gak ketinggalan Atlas Indonesia dan Dunia), satu lagi buku yang bikin aku mupenk abiz to traveling ke banyak tempat di bumi tercinta ini. Bikin aku mupenk to study abroad juga (I hope it become true, but I must make My English well first!).

Negeri van Oranje. Cetak pertama April 2009. Adingku beli ni buku 15 April 2009 di toko buku diskon favorit kami. Kebetulan gak lama setelah dia selesai baca ada kawan yang mau pulkam ke Banjarmasin. Dititipkannyalah Negeri van Oranje ini agar bisa segera aku baca. Yach, walau gara-gara kawanku itu sibuk dan aku pulkam ke BArabai cukup lama barusan 2 malam yang lalu ni buku sampai di tanganku. Bukunya cukup tebal (walau cuma separuhnya HP 7 yang mencapai 999 hal). Tapi dari awal ni buku sudah keliatan kalau kisahnya keren, lucu, fun, inspiratif (sejalan dengan komentar Trinity, Raditya Dika, Andrea Hirata, n Luigi yang ngasih komennya bs dibaca di sampul novel ini lah!).

Buku ini membawa berkeliling walanda (bahasa Banjar = Belanda) dan mengenal budaya serta kehidupan mahasiswa Indonesia di sana kayak travel guide gituh (lebih dari sekadar peta wisata kan?!). Kisah-kisah yang menampakkan idealisme dan nasionalisme anak muda Indonesia pun gak ketinggalan. Tentunya, kisah roman ikut menghioasi jalan cerita buku ini :) Apalagi salah satu tokohnya, si Banjar, dikisahkan sebagai urang Banjar, eksmud lulusan ITB, anak saudagar bawang. Bikin + mupenk mu ikutan kuliah disana d! (jadi ingat Pa Komang, dosen favoritku, yang dulu nyaranin aku to ambil S2 Manajemen Desaster di BElanda. Pa kabar Pa? Masih di Malaysia?!).

Tapi....
Belanda yang terkenal dengan kincir angin, bunga tulip, kanal-kanal, klompen, Ajax Amsterdam, zona legal to perkawinan sesama jenis & perdagangan ganja, red light district (tau gara-gara dulu sering nonton acara tv tengah malam yang hostnya Lia Waroka -lupa judulnya-), .... berada di bagian Eropa yang suhu udaranya dingin (banget?!). Pinggiran kota Batu aja dinginnya nauzubile apalagi disana yang jauh banget dari garis khatulistiwa. Jangan-jangan kerjaanku kalau winter berhibernasi mulu (hoho..).

Ough!!
Rasayna udah lama banget gak traveling (pas di Barabai kemarin kawan-kawan PB IMAHAGI bikin aku 'panas' coz mereka pada kumpul di Bandung, hiks!). Padahal masa menganggur adalah masa yang paling pas to traveling. Tapi menganggur bikin aku gak punya pemasukan (include uang jajan) to traveling. Belum lagi masih harus izin ortu (walau gak sulit amat c asal gak traveling sendirian).

Oich, 2 minggu lalu ada c jalan ma ortu ke Marabahan. Jalanin ritual keluarga yang udah lama gak dijalanin (walaupun minus ading), yaitu menghabiskan sore dengan nongkrong di dermaga. Biasanya c dermaga Kuala Kapuas. Tapi, berhubung aku belum pernah liat jembatan Rumpiyang dan ke Marabahan, sekalian main ke rumah uwa Ati di Sungai Gampa, jadi ritualnya berubah tempat d! Tapi sayang gak ada kamera. Padahal lewat Rumpiyang pas sunset, indah banget!

Ambisi travelingku c sebenarnya gak muluk (walau mengunjungi banyak t4 di Indonesia dan dunia adalah impian terbesar). Aku ingi..n banget menjelajahi KalSel. Berjalan di titian panjang di Danau Panggang, liat kerbau rawa, ber-rafting bamboo di Sungai Amandit, menapaki Pegunungan Meratus, dan mendatangi pulau-pulau kecil yang ada di KalSel. Ada yang bisa bantu mewujudkan impianku?

Mmm..., jadi pingin posting foto-foto waktu traveling ma kawan-kawan dulu. Mengingat masa-masa itu. hehe...

Bromo, I'm in Love



Road to Blitar



Touring barat JaTim



Pingin traveling dan foto-foto lagi...

Wednesday, April 8, 2009

Pulau Galesnjak, pulau kecil berbentuk hati

Pas iseng browsing artikel buat bacaan, aku ketemu sama artikel menarik ini. Tentang sebuah pulau kecil di lepas pantai Kroasia yang luasnya 13 ribu meter persegi. Pulau ini begitu menarik karena berbentuk amor alias hati. Lihat saja foto udara yang di dapat oleh satelitnya google earth ini. Benar-benar kayak amor kan?!

Pulau Galesnjak, begitu nama 'pulau hati' itu. Pulau ini dimiliki oleh keluarga Vlado Juresko. Keluarga ini sendiri awalnya tidak sadar kalau pulau mereka itu berbentuk amor. "Itu luar biasa. Kami pikir itu adalah pulau berbentuk hati paling sempurna di dunia," begitu kata Juresko.

Percaya atau tidak, Juresco malah mengetahui bahwa pulaunya berbentuk hati setelah pihaknya kebanjiran permintaan para pasangan dari seluruh dunia, yang ingin tinggal di sana. "Kami selalu berpikir itu sedikit berbentuk seperti hati. Tapi sejak tampil di Google Earth dan semua orang bisa melihat, seluruh dunia tampaknya ingin tinggal di sana," imbuhnya. "Tidak ada orang yang tinggal di sana, jadi kalau sepasang kekasih ingin menghabiskan waktu sendiri, itu adalah pulau yang sempurna," promosi Juresco. Berminat?!

Subhanallah… Ciptaan Allah memang begitu menakjubkan.

Tempat aku temuin artikel ini (klik di sini)

Saturday, April 4, 2009

Farewell error...

Sebenarnya c berharap bisa farewell ma kawan-kawan semuanya... Pas kumpul di kost Inggit..., pas main ke Selerejo... Tapi lagi-lagi orangnya itu-itu doank!! So, sorry banget ya frenz, kalau foto-foto di album kenangan kita orangnya itu-itu mlu ^.^v



Dilema Lipstik Pink

Waktu make up buat WISUDA, hampir saja aku jadi korban lipstik pinknya mamaku. Pasalnya, kupikir mama bawain lipstik yang senada sama warna pakaian wisudaku (gold). Warna coklat atau atau jingga gitu. Pokoknya gak yang ngejreng (termasuk pink) lah coz aku pinginnya minimalis. Apalagi aku kan gak doyan warna pink. Ternyata gak! Serasa menor banget lah jadinya. So, mpung masih sempat, habis berpakaian (dan makin merasa gak sreg), akhirnya aku lari ke K Eka (make up artistnya anak asrama putri ^.^v), buat ganti warna lipstik. Lipstik pinknya mama kuganti sama lipstikku yang warnanya agak pucat (gak ngejreng pokoknya!!). Puff, selamat deh (o^.^o)


Walau dandananku bukan kreasinya juru rias salon tapi lumayan.. Daripada aku harus ngantri dari jam 3 pagi buat macak!! Ough.. Gak deh.. So, wisudaanku kemarin benar-benar minimalis. Pakaian (kebaya dan rok sasirangan) mamaku yang bikin, make up made in Ka Eka, jilbab pasang sendiri.

Wisuda...

Cenang..., akhirnya 28 Maret tadi aku di wisuda juga!! yach, walau datangnya telat (MIPA udah masuk barisan wisudawan aku baru datang!! ^.^v)
cenang cenang enang... 4,5 tahun perjuanganku akhirnya terbayar :)
Mu cerita apa yach?! lagi OL c, jadi mu cepat-cepat!! udah 2 minggu lebih juga aku gak OL!! up load foto-foto sehabis gladi bersih wisuda dan habis wisuda ma sahabat-sahabatku aja yach!!




oich, buat kawan-kawan yang kemarin diwisuda bareng aku, selamat ya gals!! buat yang masih berjuang, tetap semangat yach!! semoga wisuda Oktober kalian jadi peserta wisudanya :)

Geografi Hijrah ke FIS

Karena gak ikut forum diskusi Geografi, aku jadi dengar sepenggal kisahnya doank dari kawan..

Jurusan Geografi UM resmi pindah dari FMIPA ke fakultas baru (FIS) sama Sejarah, PKn, dan Psikologi ya?! Aku harus ngucapin selamat atau turut berbelasungkawa niy? Soalnya aku dengar banyak yang gak pingin jurusan tercinta ini dipindah ke FIS. Sampai-sampai gak ada satu pun mahasiswa Geografi yang tepuk tangan ketika Geografi resmi dipindah ke FIS, ya?! Wah, keren! Euy, yang kemarin ikutan forgis berbagi cerita lebih banyak dunk sama aku..

Apa kabar HMG?! Ikut mendukung kepindahan geografi ke FIS? Kalau gak, ada rencana biar Geografi ‘dikembalikan’ ke FMIPA?! HMG kan wadah aspirasinya mahasiswa Geografi UM. Mmm, sudah dapat ucapan selamat (atau turut berbelasungkawa) dari IMAHAGI dan komisariat Geografi lainnya? Kali aja bisa sharing sama mereka karena akhirnya jurusan kita sama kayak kebanyakan jurusan Geografi di Indonesia, berada di lingkungan ilmu sosial. Jurusan tercinta ini kembali ke kayak anggapan banyak orang, ilmunya anak IPS. Soalnya, gak sedikit yang menganggap keberadaan Geografi di MIPA tuh ‘aneh’, kayak albino gitu..

Sayang gak ada survei berapa persen mahasiswa (dan warga geografi lainnya di UM) yang mau hijrah ke FIS dibanding ingin tetap di FMIPA. Andai Geografi dijadikan fakultas sendiri semuanya semangat kali ya.. Mungkin ada banyak alasan kenapa ada mahasiswa yang gak pingin (atau pingin) Geografi pindah ke FIS. Dosen-dosen dan pihak kampus juga pastinya punya alasan tersendiri kenapa memindahkan jurusan Geografi ke FIS.

Aku sendiri merasa bersyukur lulus sebagai anak FMIPA ^.^v. kalau 4,5 tahun lalu Geografinya UM ada di IPS, gak bakalan aku terdaftar sebagai mahasiswa jurusan Geografi UM. SPMB kan aku ikut IPA doank, bukan IPS atau IPC. Jadi, andai aku lulus sebagai anak FIS, menyesal banget deh karena dulu gak ikut IPC. Saat itu kan aku lagi naksir berat sama jurusan psikologi dan kriminologi (IPAnya aku milih PWK). Cuma malas ikut tes 2x. hee..

Well, buat kawan-kawanku yang belum lulus, adik-adik kelasku tercinta, aku serius niy.. Mau aku kasih ucapan selamat atau turut berbelasungkawa (o^.^o)v